Skip to main content

Hakikat Pernikahan

Hulahula huupp, mau nulis lagii nih hahah. Jadi tahun ini banyak banget yang patah hati gaes, pertama Raisa udah tunangan yang katanya dijadiin hari patah hati nasional, trus ada orang korea yang ngumumin bakal nikah juga dalam waktu deket kalo gasalah namanya song jong ki (eh, bener ga sih? Wkwk) dan katanya dijadiin hari patah hati internasional, yang terakhir ada Muzammil habib yang nikah juga dan katanya dijadiin hari sakit hati dunia akhirat, hahah.
Okee, terlepas dari itu semua aku pengen cerita sedikit apa itu arti “pernikahan” menurutku sendiri, jadi no offense yaa gaes, judulnya emang sengaja clickbait biar diklik berhubung jaman sekarang udah jarang orang nulis blog wkwk.

Yang pertama, menurut aku pernikahan itu bukan soal dulu-duluan, baper-baperan, atau jadi ajang gengsi, melainkan pernikahan adalah hasil dari kesiapan dua hati yang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahuwata’ala untuk menyempurnakan agama. Jadi, karena sekarang lagi pada baper dan lagi zamannya soal nikah muda, tolong kalian yang berfikir dan baper soal itu jangan tersinggung. Jujur, menikah itu nggak gampang loh, mungkin yang temen-temen liat selama ini hanya casing luarnya aja soal menikah muda. Idealnya menurut akusih kalo laki2 menikah umur 24/25, dan kalo perempuan menikah umur 22an lah baru udah bisa insha Allah, dan aku tidak menyalahkan pernikahan (dalam keislaman) dibawah umur itu, karena mungkin kalo diluar itu aku nggak mau komentar hahah. Tapi jujur awalnya aku punya temen (laki-laki) yang semester 2 udah menikah, saat itu aku mikir “kok dia gentle banget dah berani langsung ngelamar ceweknya dan langsung menikah” emang sih umurnya lebih tua 2 tahun dari aku. Tapi mirisnya setelah aku ke luar kota dan kuliah, pas balik trus ketemu sama dia, ternyata pernikahannya Cuma bertahan selama 1 tahun innalillah kok bisa begitu? Pas lagi ditanya ternyata banyak ketidak cocokan, dan ketika udah satu tahun baru mereka memutuskan untuk pisah. Emangnya gampang? Nggak! Susah asli, aku ngedenger cerita temen aku aja agak miris dengernya hiks L kalo kata abi sih, masa percobaan pernikahan itu 5 tahun pertama, jadi kalo belom bisa sampe 5 tahun pokoknya tetep kuat-kuatin lah jangan sampe pisah yaa gaes, perceraian itu adalah salah satu hal yang paling dibenci Allah loh. Jadi, untuk kalian yang “baper” dan suka ikut “kajian” mengenai nikah muda, aku nggak menyalahkan tapi coba alangkah lebih baiknya direnungi lagi, aku nggak mau temen-temen ngalamin kejadian yang sama kaya temen aku (Alhamdulillah dia udah nikah lagi sekarang), gapapa ikut kajian-kajian kaya gitu hanya sekedar pengetahuan aja apalagi yang perempuan, kalo laki-laki sih sok manga (soalnya menurut aku laki-laki yang biasanya ngelamar, jadi harus ngerti soal adab dalam taarufnya), oke oke?

Yang kedua, ini yang selalu jadi perhatian aku. Menurut aku pernikahan hanyalah sebuah langkah kecil, kenapa? Karena ketika orang ingin masuk ke dalam surga, itu gaada syarat harus menikah dulu, justru pintu surga banyak ditemukan setelah menikah. Contohnya dasarnya, surga ada di bawah telapak kaki ibu (yakeleus jadi ibu-ibu punya anak tapi belom nikah?). Nah, yang selalu aku perhatiin adalah anak, iya! Anak! Orangtua kadang suka nggak peduli penampilannya dan lebih peduli penampilan anaknya (misal ngegosip sambil gendong bayi masing-masing sekalian sombong), oke bukan itu yang aku maksud. Yang aku maksud disini yaitu gimana caranya orangtua memberikan pendidikan kepada anaknya sehingga anaknya bisa membawa orangtuanya mendekati hal-hal yang baik. Aku suka respect sama anak-anak kecil yang udah bisa memberikan hadiah “Hafidz Al-quran” kepada orangtuanya barakallahulakum, dan aku selalu mencari tau gimana cara orangtuanya mendidik anaknya, mulai dari nggak dikasih hiburan berupa tv, hp, dan didengerin alquran dari kecil, bahkan sampe ada anak umur 7 tahun hafal alquran dan berfikir bahwa Muhammad Thoha adalah tetangganya sendiri saking seringnya denger suaranya baca alquran, subhanallah. Tapi ada juga anak dari seorang ustadz yang di “elu-elukan” oleh masyarakat sampe menjadi khotib saat sholat ied di istiqlal sedangkan anaknya adalah seorang presenter terkenal yang tidak menggunakan jilbab, innalillah. Ada juga yang memiliki saudara ustadzah tetapi justru adiknya menjadi artis yang seperti “kebanyakan” artis lainnya. Itu yang selalu jadi perhatian aku dari orang-orang yang sudah memiliki keluarga. Pas lagi ngeliat anaknya ust. Yusuf Mansur, anaknya ust.alm. Arifin Ilham, subhanallah sekali. Tapi pas liat seorang anak yang menang hafidz Indonesia yang sudah hafidz 30 juz dan hafal seluruh barisan, ayat, dan penempatan di alquran sedangkan dia baru berumur 6 tahun (kalogasalah) dan terlebih lagi dia seorang yatim! Iya yatim! Dan juga dari keluarga yang nggak mampu dan gapernah kita liat di sosmed. Itu yang ngebuat aku yakin bahwa Allah Maha Besar! Mungkin anak-anak ustadz itu belom ada apa-apanya jika dibandingkan anak ini allahu a’lam. Oleh karena itu bahkan sebelum memikirkan soal menikah aku selalu berfikir soal anak terlebih dahulu, karena walau bagaimanapun karena anak-lah kita (orangtuanya) bisa dipaksa masuk ke dalam surga walaupun dosanya segunung allahu a’lam. Untuk muzammil, mudah-mudahan diberikan anak yang sholeh dan sholehah ;) dan untuk temen-temen yang baca ini, doain yaa mudah-mudahan aku dapet istri yang hafidzhoh *aamiin* kalaupun nggak minimal punya anak yang hafidzhoh *aamin*


Dan mungkin dalam pernikahan, Cuma 2 hal itu yang aku perhatiin sampe detail, sisanya yaa kaya biasa aja sih, tapi kalo ditanya “isan udah siap apa belom” aku bakalan nanya balik “calonnya udah siap apa belom?” wkwk ;’)

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa selalu Islam yang dianggap teroris?

kalo kita liat di berita-berita biasanya yang suka melakukan aksi terorisme itu orang islam.. tapi sebenernya terorisme itu (dari kata dasar teror) adalah suatu hal yang kadang suka salah dalam pemahamannya.. coba kalo misalnya kita perhatiin, orang yang dianggap teroris itu orang yang berjenggot, istrinya pake cadar, anaknya hafidzoh, tapi kenapa mereka bisa dianggap teroris? kadang dalam benak kita selalu kepikiran 'idih, orang alim kaya gitu kok malah jadi teroris? ngotor-ngotorin nama baik agama islam aja' bener ga? sekarang gini, mari kita coba melihat suatu hal dengan kepala dingin, mata kepala yang jernih.
sebenernya nggak cuma orang islam yang alim doang yang dianggap teroris, bahkan orang yang menegakkan hukum islam pun bisa dianggap teroris, kenapa demikian? karena dunia itu 95% penghuninya sudah dibawah kendali syetan. serem nggak sih? eh tapi seriusan loh, siapapun orangnya yang menegakkan hukum islam di Indonesia ataupun di dunia maka akan dianggap teroris, mari k…

Review: anime Buddy Complex

lagi mau nge-review anime judulnya 'Buddy Complex' reviewnya sekilas ini:On the first day back after summer break, high-school student Aoba is attacked by a giant robot that appears out of the sky. As he's pursued through the city, his classmate Hina appears in a robot of her own. She rescues him, and tells him cryptically that "Dio is waiting for you", before she disappears. This begins Aoba's new life as the pilot of the Free Treaty Alliance against the Great Zogiria Republic.
Read more at http://myanimelist.net/anime/21437/Buddy_Complex#qr4yOQPKLKvkEhJ1.99
Artinya (google translet) : Pada hari pertamakembalisetelahliburan musim panas,siswa SMAbernama Aobadiserang olehrobotraksasayang munculdari langit.Karena diadikejarmelalui kota,teman sekelasnya yang bernama Hinamuncul dengan menggunakanrobotsendiri.Hinamenyelamatkandia,dan mengatakan kepadanyabahwa"Dio menunggu Anda (Aoba)",sebelum akhirnya Hinamenghilang. Saat itulahdimulaikehidupan baruA…