Skip to main content

cinta dan benci



Cinta dan benci itu sebenernya beda tipis, kalo cinta ”keburukan apapun yg dilakukan oleh sesuatu yg dicintai, maka akan dianggap sbg kebaikan” kalo benci “kebaikan apapun yg dilakukan oleh  sesuatu yg dibenci, maka akan dianggap sebuah keburukan” beda tipis kan?

Mungkin kali ini temanya tentang cinta dan benci, waktu itu kaka aku pernah ngomong “san, suatu saat lo bakal ngalamin dimana temen-temen yg dulu deket sama lo, bareng sama lo, justru di akhir ketika lo lagi mau ujian dan butuh butuh semangat, lagi butuh support dan kekuatan, mereka malah menghilang. Dan temen-temen yang dulu biasa aja, bahkan pernah musuhan sama lo justru ketika di akhirmalah mau ngedukung lo dengan sepenuh hati” awalnya aku nggak percaya kata-kata itu. Tapi hal itulah yang aku alamin sekarang ;) gatau kenapa anak-anak yang dulu nggak deket sama aku malah sekarang deket banget, sering minta bantuan, sering sharing macem-macem, bahkan ngedukung aku dengan sepenuh hati. Justru yang dulu sering sharing, sering ketawa bareng, sering curhat, dan bahkan pernah jalan-jalan bareng saat ini malah ngejauh, kecewa, ngerasa aku bukan lagi orang yang sama, deelel.

Aku juga pertama kali kaget, tapi dari situ aku sadar. Sesuatu itu selain dilihat proses, juga dilihat akhirnya/hasilnya, apa gunanya kita ngerjain soal capek-capek tapi kalo akhirnya salah? Apa gunanya berteman lama tapi kalo akhirnya musuhan dan nggak saling kenal? Dari akunya sendiri sih bukan masalah besar, aku udah siap ngadepin hal cetek kaya gitu, justru masalah yang aku  dapet bisa jauh lebih besar lagi dari mereka. Mungkin ada pertanyaan, kenapa sih mereka bisa begitu? Jawabannya gampang, karena mereka dulu terlalu cinta, sehingga apa? Yang mereka lihat Cuma kebaikan, mereka nggak mau melihat keburukan, sampe akhirnya ketika mereka melihat keburukan itu, maka kecintaan mereka berubah dalam sekejap menjadi kebencian. Sama halnya dengan kebencian, awalnya mereka menganggap buruk, lalu mereka menemukan setitik kebaikan “ooh jadi ternyata orang ini sebenarnya baik toh, dia nggak bermaksud jahat” maka pada saat itulah kebencian itu akan berbunga menjadi kecintaan.

Ketika ada yang cinta pasti akan ada yang benci, nggak bisa kita milih keduanya, dalam hidup cuma ada dua pilihan dan dua jalan, nggak ada keduanya. Contohnya begini, kita ingin dicintai semua orang terutama yang alim dan juga ingin dicintai orang yang nakal, ketika bertemu orang alim kita kalem, baik, sopan, dll. Dan ketika bertemu orang nakal, kita ikutan nakal, lalu mereka mencintai kita. Tapi apakah perbuatan itu yang benar? Jalan aja cuma punya dua arah, kanan atau kiri gaada kari (kanan dan kiri)
 
Setiap orang memiliki sikap baik dan sikap buruk, ikutilah yang baik dan maklumilah yang buruk. Itu prinsip yang aku pegang selama ini, kalo kita Cuma melihat kebaikannya maka suatu saat kita pasti akan kecewa, kalo kita melihat keburukannya maka kita akan menganggap dia sebagai musuh. Jadilah orang yang balance, yg bisa menerima kesalahan orang lain. Aku sebenernya tipe orang yg keras kepala, suka ngatur, sok tau, tapi itu semua aku lakuin demi temen-temen semua. Kalo ada kesalahan? Biar aku yang jadi tameng buat temen-temen, karena aku yang bertanggung jawab atas semua itu. Udah berapa kali aku diomelin guru, kesiswaan, kepala sekolah, dan gaada yang tau masalah itu. Kalo ada yang nggak  percaya, boleh liat.. kalo nanya seragam besok itu ke siapa? “kak, besok pake baju apa?” “kak, besok bawa apaan?” kalo aku jawab seenaknya kalian toh juga bakal nurut, iya ga? Tapi aku nggak kaya begitu, aku punya beban dipundak yang harus aku pikul yang otomatis aku harus bisa ngambil keputusan. Secara nggak langsung, aku menjadi tongkat ketiga selain kepala sekolah dan guru, emangnya gampang?

Saat ini aku berharap segera turun jadi ketua osis, kenapa? Karena aku udah mulai bentrok dengan berbagai kegiatan osis dengan kegiatan diluar, ada yang komplen “Kak, tapi kan masih belom turun jd ketua osis, tanggung jawabnya mana dong?” aku jawab begini “saat ini aku sedang merancang peraturan bareng guru-guru, menata osis supaya hasil akhirnya rapi, memberi kesan yang baik kepada generasi osis berikutnya” intinya supaya generasi berikutnya bisa meneruskan dari SATU bukan dari NOL lagi, juga supaya aku tenang melepas jabatan osis ini kepada generasi berikutnya. Mungkin temen-temen nggak ngeliat, tapi ketika temen-temen yang baru menjabat jadi osis nanti mungkin temen-temen baru akan sadar bahwa “tidak mudah membangun osis dari angka NOL sampe jadi sekarang ini” sebenernya banyak tujuan yang belum aku capai, tapi waktu nggak bisa dimundurin atau dilambatin, sedangkan aku nggak selamanya di Putradarma karena itulah aku mau ngerapiin sistem di sekolah ini, pahala yang luar biasa jika diterapkan sampe bertahun-tahun.

Untuk temen-temen kelas aku, makasih banyak sekarang ini kalian udah nunjukin semangat BERPERANG-nya, terimakasih juga untuk temen-temen generasi pertama yang mau ngebantuin aku ngejalanin osis dari NOL terimakasih juga untuk semua keringat, air mata, dll yang kalian kerjakan dengan ikhlas utk ngebantu aku selama ini. Untuk generasi kedua dan ketiga, ini adalah awal bagi kalian utk membangun sebuah bangunan yang kokoh, kalian sudah memiliki pondasi tinggal kalian bangun sebuah bangunan yg megah. Aku bangga dan salut sama generasi kedua, karena mereka itu adek pertama dan mereka itu yang ngeliat sekaligus ngebantuin generasi pertama ngebangun osis dan sekolah ini dari awal. Aku harap mereka bisa meneruskan jejak para kakaknya selama hal itu baik.

Untuk yang masih nge-support aku sampe saat ini terutama generasi pertama, makasih banyak ;) tanpa support dari kalian aku nggak akan bisa tahan sampe sekarang ini bahkan kalo bukan karena kalian, aku nggak akan bisa ngembangin osis dari generasi pertama ke generasi kedua. Dan buat yang udah nggak nge-support aku lagi, mungkin karena kecewa setelah tau kalo aku itu begini dan begitu. Mungkin aku akan tersenyum kepada kalian sambil berkata “beginilah aku, terima atau tidak itu terserah kalian.” Aku tidak berharap dijadikan kenangan atau pahlawan di hati kalian, tapi kalau kalian memang merasa “ah yasudahlah, gue udah masa bodo sekarang sama dia.” That’s okay I think, setiap orang punya pendapat masing-masing dan kalo emang udah ngerasa jenuh sama aku, aku harap kalian bisa sabar karena aku juga nggak lama lagi kok di Putradarma ;) nggak sampe setaun, paling tinggal 6 bulanan lagi. Baru dari situ kalian akan merasa bebas ketika aku nggak ada :D ohiya, sama aku berpesan utk generasi berikutnya, baik yang masih nge-support aku ataupun yang udah nggak, aku harap kalian bisa menjaga dan merawat pohon kebaikan yang ditanam oleh generasi pertama, karena jika pohon itu bertambah besar, maka akan menghasilkan buah-buah yang segar dalam arti lain kalian akan mendapatkan manfaat yang bisa kalian petik sendiri. Biarkan generasi pertama menjadi buku sejarah disekolah ini, generasi berikutnyalah yang menorehkan tinta emas disetiap lembarannya. Buku tanpa isi hanya seperti kaleng kosong, sedangkan tinta emas tanpa buku untuk menulisnya hanya akan menjadi air tanpa manfaat. Innallaha maa’naa ~

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa selalu Islam yang dianggap teroris?

kalo kita liat di berita-berita biasanya yang suka melakukan aksi terorisme itu orang islam.. tapi sebenernya terorisme itu (dari kata dasar teror) adalah suatu hal yang kadang suka salah dalam pemahamannya.. coba kalo misalnya kita perhatiin, orang yang dianggap teroris itu orang yang berjenggot, istrinya pake cadar, anaknya hafidzoh, tapi kenapa mereka bisa dianggap teroris? kadang dalam benak kita selalu kepikiran 'idih, orang alim kaya gitu kok malah jadi teroris? ngotor-ngotorin nama baik agama islam aja' bener ga? sekarang gini, mari kita coba melihat suatu hal dengan kepala dingin, mata kepala yang jernih.
sebenernya nggak cuma orang islam yang alim doang yang dianggap teroris, bahkan orang yang menegakkan hukum islam pun bisa dianggap teroris, kenapa demikian? karena dunia itu 95% penghuninya sudah dibawah kendali syetan. serem nggak sih? eh tapi seriusan loh, siapapun orangnya yang menegakkan hukum islam di Indonesia ataupun di dunia maka akan dianggap teroris, mari k…

simple is beautiful

okeeh, satu hal yang aku lupain.. harusnya postingan ini udah aku tulis sejak awal bikin blog tapi gapapalah, namanya juga manusia.. hehe :p
"Simple Is Beautiful"
ada temen yang nanya "emang artinya apaan sih?"
nah, itu dia yang mau aku jelasin sekarang di tulisan ini..
yang pertama yaitu Simple : artinya simpel atau sederhana atau biasa aja kalo dalam bahasa kita, sedangkan Beautiful : itu artinya cantik, indah, bagus, dan yang sama maknanya dengan hal yang mengandung keindahan..

kenapa dari dua kata itu aku jadiin satu? soalnya aku suka semua yang sederhana, sesuatu yang sederhana itu bisa membuat otak kita menjadi fresh, dan bisa juga bertambah semangat :) bayangkan jika kita dihadapkan pada pemandangan yang luas atau pemandangan yang sempit? pasti kita memilih yang luas bukan? mana yang lebih kalian pilih dalam menghitung matematika? rumus yang panjang belibet-libet atau yang cepat dan efisien? pasti kalian akan memilih yang lebih cepat.. dari sesuatu yang simpe…